Kamis, 16 Mei 2013

Kontrasepsi Oral Kombinasi

METODE KONTRASEPSI ORAL KOMBINASI


Metode kontrasepsi bekerja dengan dasar mencegah sperma laki-laki mencapai dan membuahi telur wanita (fertilisasi) atau mencegah telur yang sudah dibuahi untuk berimplantasi (melekat) dan berkembang di dalam rahim.  Kontrasepsi dapat reversible (kembali)  atau permanen (tetap). Kontrasepsi yang reversible adalah metode kontrasepsi yang dapat dihentikan setiap saat tanpa efek lama di dalam mengembalikan kesuburan atau kemampuan untuk punya anak lagi. Metode kontrasepsi permanen atau yang kita sebut sterilisasi adalah metode kontrasepsi yang tidak dapat mengembalikan kesuburan dikarenakan melibatkan tindakan operasi.
Metode kontrasepsi juga dapat digolongkan berdasarkan cara kerjanya yaitu metode barrier (penghalang), sebagai contoh, kondom yang menghalangi sperma; metode mekanik seperti IUD; atau metode hormonal  seperti pil. Metode kontrasepsi alami tidak memakai alat-alat bantu maupun hormonal namun berdasarkan fisiologis seorang wanita dengan tujuan untuk mencegah fertilisasi (pembuahan).
Sebelum mengenal macam-macam metode kontrasepsi, ada baiknya kita memahami terlebih dahulu tentang apa yang dimaksud dengan kontrasepsi. Secara umum, kontrasepsi dapat diartikan sebagai alat untuk mencegah agar seorang ibu tidak hamil. Tujuan awal pencegahan kehamilan ini adalah pengendalian populasi dalam suatu negara. Ada banyak cara kontrasepsi yang dapat digunakan oleh seorang wanita, mulai dari kontrasepsi hormonal, kontrasepsi penghalang, sterilisasi, kontrasepsi oral kombinasi, dan sebagainya. Namun, di sini kita akan mencoba membahas satu cara kontrasepsi, yaitu kontrasepsi oral kombinasi atau biasa disebut kontrasepsi pil. Metode yang satu ini diterapkan kepada pihak wanita dengan cara memberikannya pil untuk mencegah kehamilan.

Metode Kontrasepsi Oral Kombinasi.
Kontrasepsi oral kombinasi mengandung preparat progestin dan sintetik estrogen yang bertujuan untuk mencegah kehamilan dengan menghambat terjadinya ovulasi atau pelepasan sel telur oleh indung telur melalui ditekannya hormon LH dan FSH, mempertebal lendir leher rahim (mukosa servikal), serta menghalangi tumbuhnya lapisan endometrium.
Ketersediaan pil kombinasi juga dapat dibagi menurut dosis estrogennya, yaitu pil kombinasi yang memiliki estrogen dosis tinggi dan yang mengandung estrogen dosis rendah. Pil kombinasi yang memiliki estrogen dosis tinggi biasanya ditujukan kepada wanita yang biasa mengonsumsi obat tertentu (terutama obat epilepsi).
Selain untuk kontrasepsi, oral kombinasi juga bisa dimanfaatkan untuk menangani rasa nyeri saat haid (dismenorea), metroragia, serta menoragia. Oral kombinasi tidak disarankan untuk digunakan kepada wanita menyusui, sampai setidaknya enam bulan setelah melahirkan. Pil oral kombinasi yang dikonsumsi oleh ibu yang menyusui dapat menurunkan volume air susu dan kandungan zat lemak serta protein yang terkandung dalam air susu.

Yang Perlu Diperhatikan dari Cara Kontrasepsi Oral Kombinasi.
Dikarenakan meningkatnya resiko pembentukan pembekuan darah di tungkai, seorang wanita atau ibu yang tidak menyusui tidak dapat langsung menggunakan kontrasepsi ini, tetapi harus menunggu minimal tiga bulan setelah melahirkan. Jika satu pil lupa diminum, dua pil harus segera diminum setelah ibu tersebut ingat. Dan juga, satu paket pil tersebut harus dihabiskan seperti biasanya. Kemudian, jika yang terlupa untuk diminum sebanyak dua atau beberapa pil, satu paket harus tetap dihabiskan.
Akan tetapi, cara kontrasepsi lain harus digunakan untuk mendukungnya, seperti kondom atau alat kontrasepsi lainnya. Jadi, sebaiknya wanita harus memahami pantangan-pantangan dari metode kontrasepsi oral kombinasi agar dapat menerapkannya dengan sempurna agar program keluarga berencananya dapat berhasil.

0 komentar:

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More