This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label Cerita anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita anak. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 Mei 2013

Sapi dan kerbau

HIKAYAT SAPI DAN KERBAU

Sewaktu saya kecil,bapak saya pernah mendongengkan kisah tentang sapi
dan kerbau.Sebuah cerita rakyat jawa tengah yang menceritakan aASAL
MULA KULIT SAPI BERWARNA PUTIH SEDANGKAN KERBAU BERWARNA COKLAT
KEHITAMAN.Ingin tau bagai mana kisahnya? Nah...ceritanya begini...


Al-kisah pada zaman dahulu kala sapi dan kerbau adalah sahabat

karib.pada masa itu sapi mempunyai kulit berwarna hitam
kecoklatan,sedangkan kerbau berkulit putih.
Pada suatu hari...datang seorang pendatang di padang rumput tempat
para sapi dan kerbau tinggal,hewan itu adalah banteng.
Dengan tanduk yang besar dan runcing serta warna kulit hitam gelap
membuatnya tampak sangat gagah.Sehingga membuat para sapi dan kerbau
betina sangat mengaguminya.
Dengan cepat "kabar angin" tentang kegagahan banteng tersebar ke
penjuru padang rumput.Sehingga banteng menjadi "buah bibir" di
kalangan para sapi dan kerbau betina.
Sapi tak terlalu memperdulikan akan kabar itu,karena dia mensyukuri
karunia yang di berikan tuhan padanya.


Tapi tak begitu dengan si kerbau,dia merasa iri dan cemburu pada si banteng.

"Huh..apa hebatnya si banteng itu?padahal aku tak jauh beda dari
dia.Tanduk ku juga besar dan runcing,badan ku juga gagah..cuma beda
warna kulit saja..".Gerutu si kerbau dalam hati.
"hmm..mungkin saja jika warna kulit ku hitam,aku bisa lebih gagah dari
si banteng,dan aku akan ganti jadi terkenal.Kalau begitu,aku ada ide
untuk menipu sapi agar mau bertukar kulit dengan ku.hahaha...".Mulai
timbul fikiran licik di otak si kerbau.

Ahirnya si kerbau pun menemuai si sapi yang waktu itu sedang berendam

di sungai.Si kerbau pun mulai membujuk dan merayu sapi agar mau
bertukar kulit.Tapi si sapi tak mau karena dia sudah merasa mensyukuri
apa yang dia miliki.


Tapi si kerbau tak mau menyerah..sampai dia merengek rengek dan

memohon atas nama persahabatan pada si sapi.
Karena terus di desak dan merasa kasihan,si sapi pun ahirnya mau.Tapi
si kerbau harus berjanji setelah mereka bertukar kulit,kerbau harus
mensyukuri apapun yang dia miliki dan tak menyesali tiap hal yang dia
minta sendiri.Tanpa fikir panjang karena terbawa nafsu,si kerbau pun
menyanggupi.
Dan ahirnya mereka bertukar kulit,si sapi jadi berwarna putih sedang
kerbau berwarna hitam kecoklatan.
Tapi setelah bertukar...ternyata kulit sapi terlalu kecil untuk ukuran
tubuah kerbau yang kekar dan besar,sehingga kulit itu terasa
sesak,terlalu ketat,dan membuat kerbau tak nyaman.
Sedangkan kulit kerbau yang di pakai sapi ternyata kebesaran,bahkan
bagian leher terlihat menggelambir dan terasa longgar.Sehingga membuat
sapi merasa sejuk dan bebas bergerak.

Tapi karena merasa kurang nyaman dengan kulit barunya,si kerbau pun

kembali mengajak untuk bertukar kulit,tapi si sapi tidak mau lagi
karena sebelumnya si kerbau telah berjanji.
Berulang kali si kerbau merengek dan merayu untuk bertukar lagi,tapi
si sapi tetap tak mau.
Bahkan taip bertemu di manapun dan kapanpun,si kerbau tetap berusaha
membujuk.Tapi si sapi selalu bilang "tidak mau".


Nah itulah alasan yang menjelaskan kenapa kulit sapi terlihat longgar

dan menggelambir di bagian leher.
Dan alasan yang menjelaskan kenapa sapi bersuara "mooohhh" yang dari
bahasa jawa (bahasa jawa kasar) "emoh" yang artinya "tidak mau".

Nah adek-adek yang manis,hikmah dari kisah ini adalah...


Jangan suka iri pada apa yang di miliki oleh orang lain.Syukuri apa

yang sudah kalian miliki.Dan jangan suka terburu nafsu dalam mengambil
keputusan,fikirkan dulu dengan bijak akibat yang akan kalian tanggung
di belakang hari.oke..? :)

Keledai Dan Muatannya

Keledai dan Garam Muatannya



Seorang pedagang, menuntun keledainya untuk melewati sebuah sungai yang dangkal. Selama ini mereka telah melalui sungai tersebut tanpa pernah mengalami satu pun kecelakaan, tetapi kali ini, keledainya tergelincir dan jatuh ketika mereka berada tepat di tengah-tengah sungai tersebut. Ketika pedagang tersebut akhirnya berhasil membawa keledainya beserta muatannya ke pinggir sungai dengan selamat, kebanyakan dari garam yang dimuat oleh keledai telah meleleh dan larut ke dalam air sungai. Gembira karena merasakan muatannya telah berkurang sehingga beban yang dibawa menjadi lebih ringan, sang Keledai merasa sangat gembira ketika mereka melanjutkan perjalanan mereka.
Pada hari berikutnya, sang Pedagang kembali membawa muatan garam. Sang Keledai yang mengingat pengalamannya kemarin saat tergelincir di tengah sungai itu, dengan sengaja membiarkan dirinya tergelincir jatuh ke dalam air, dan akhirnya dia bisa mengurangi bebannya kembali dengan cara itu.
Pedagang yang merasa marah, kemudian membawa keledainya tersebut kembali ke pasar, dimana keledai tersebut di muati dengan keranjang-keranjang yang sangat besar dan berisikan spons. Ketika mereka kembali tiba di tengah sungai, sang keledai kembali dengan sengaja menjatuhkan diri, tetapi pada saat pedagang tersebut membawanya ke pinggir sungai, sang keledai menjadi sangat tidak nyaman karena harus dengan terpaksa menyeret dirinya pulang kerumah dengan beban yang sepuluh kali lipat lebih berat dari sebelumnya akibat spons yang dimuatnya menyerap air sungai.

Santri Kebal Senjata

KISAH SANTRI KEBAL SENJATA 

 

 

Pada suatu pagi yang cerah di pesantren,kang bahlul terlihat sedang
asik mencuci nampan.
Dia baru saja selesai memasak dan bersiap untuk sarapan. Hari ini
adalah hari jum'at,di mana para santri libur mengaji.
Tapi ketika sedang asik dengan kesibukanya,tiba-tiba si badrun teman
kang bahlul datang. Dengan berlari kecil dan nafas agak ngos-ngosan
dia menemui kang bahlul.

"kang...di panggil abah..".kata badrun.

"wah...tumben abah manggil aku. Emangnya ada apa drun?". Tanya kang
bahlul penasaran.
"waduh...gak tau juga aku kang. Yang penting sampean segera temui abah
saja langsung".
"ok drun,tapi tunggu bentar ya. Aku mau sarapan dulu,nanggung sudah
nyuci nampan;.
"Terserah sampean aja lah kang,yang penting amanat abah sudah saya sampaikan".
"sip drun,makasih ya...".
"sama-sama kang,kalau gitu saya pamit dulu ya kang. Mau nyuci
baju.wassalamu'alaikum..".kata badrun berpamitan.
"wa'alaikum salam...".jawab kang bahlul.

Setelah selesai sarapan,kang bahlul pun menghadap pak kyai atau biasa

di panggil para santri dengan abah.
Setelah mengucapkan salam,kang bahlul pun di persilahkan duduk. Dan
abah pun menjelaskan alasan dia di panggil.

"Begini lul,ini kan hari libur.Aku mau nyuruh kamu pergi ke kota

sebentar,buat beli cangkul sama sabit di pasar.Soalnya besok mau
panen".kata abah.
Kang bahlul pun menyambutnya dengan antusias.
Setelah menyanggupi,kang bahlul pun pamit undur diri dan ke kamar
untuk ganti baju.
Sungguh suatu momen yang langka santri bisa keluar pesantren,apa lagi
turun ke kota.Kang bahlul pun berdandan dengan necis.Pakai baju
keren,rambut berminyak kelimis,tak lupa pakai jaket kulit
kesayangan,tapi ya...tetep pakai sarung dan peci.Maklum...itu kan yang
menunjukan jati diri santri...hehehe...

Singkat cerita...setelah sampai di kota kang bahlul pun segera menuju

ke tempat tujuan.Setelah membeli beberapa cangkul dan parang,kang
bahlul pun langsung cabut.
Tapi karena rada malu membawa cangkul dan parang karena penampilanya
sudah necis,ahirnya muncul ide nyeleneh di otak kang bahlul.
Jadi..parang dan cangkul dia sembunyikan di balik bajunya.Parang dia
ikat di kedua tangan sedankan cangkul dia selipkan di perut dan di
gantungkan di leher dengan tali.Kemudian dia tutupi dengan jaketnya..

"nah...kalau gini kan sudah aman..".fikir kang bahlul.


Tapi...Waktu kang bahlul mau berjalan pulang,dia di hadang oleh dua

orang preman.Kang bahlul di palak oleh kedua preman itu,tapi karena
memang tak punya uang kang bahlul pun tak mau memberi.
Merasa korbanya melawan,tiba-tiba salah satu preman mengeluarkan pisau
dan berusaha menusuk kang bahlul.
Karena terkejut dan ketakutan,kang bahlul hanya bisa memejamkan mata
dengan spontan.Karena tak bisa apa-apa,kang bahlul sudah pasrah pada
takdir.
Tapi ketika pisau itu mengenai perut kang bahlul,gantian premanya yang
terkejut.Karena pisau yang dia tusukan tak mampu menembus tubuh kang
bahlul.
Dia coba menusuk berkali-kali,tapi tiap pisau itu mengenai perut kang
bahlul...yang terdengar hanya suara..ting...! Ting...!
Seperti besi yang beradu.
Melihat kenyataan itu,nyali para preman pun mulai menciut.Tanpa
menunggu aba-aba keduanya pun mulai berlari meninggalkan kang bahlul
yang masih terpejam dengan tubuh gemetar karena ketakutan.


Tanpa di sengaja,ternyata ada seorang warga yang melihat kejadian itu.

"Wah...edan...ternyata anak santri itu kebal..".Fikir orang itu.

Ketika kang bahlul membuka mata,dia hanya bisa melongo keheranan

karena dua preman yang tadi menghadangnya sudah hilang.
Dengan wajah heran bercampur bingung karena dia tak tau apa yang
sebenarnya terjadi,kang bahlul pun meneruskan perjalanan pulang ke
pesantren.Sesampainya di pesantren,dia langsung menemui abah dan
menyerahkan cangkul dan parang yang tadi dia beli.Kemudian kang balul
ke kamar,mandi,dan berangkat solat jum'at seperti tak pernah mengalami
kejadian apa-apa.


Tapi kehebohan terjadi di luar area pesantren.

Berita dengan cepat tersebar dan membuat warga gempar.
Karena tersebar berita bahwa para santri itu kebal senjata,jadi jangan
macam-macam dengan mereka.
Dan mulai saat itu,tak pernah ada lagi yang berani mengganggu para santri.
Karena title "kebal" yang di sandangnya...hehehe..

Hikmah dari kisah ini adalah...

Cuma sekedar cerita humor dan nilai positive yang dapat di ambil
adalah,apapun yang menimpa kalian...jangan pernah lupa untuk
berdo'a,bertawakal,dan bersabar.Karena ada kalanya pertolongan allah
bisa datang dari hal yang sama sekali tak kita duga... :)

Kambing dan Kerbau

Kerbau dan Kambing


Seekor kerbau jantan berhasil lolos dari serangan seekor singa dengan cara memasuki sebuah gua 

dimana gua tersebut sering digunakan oleh kumpulan kambing sebagai tempat berteduh dan 

menginap saat malam tiba ataupun saat cuaca sedang memburuk. Saat itu hanya satu kambing jantan 

yang ada di dalam gua tersebut. Saat kerbau masuk kedalam gua, kambing jantan itu menundukkan 

kepalanya, berlari untuk menabrak kerbau tersebut dengan tanduknya agar kerbau jantan itu keluar 

dari gua dan dimangsa oleh sang Singa. Kerbau itu hanya tinggal diam melihat tingkah laku sang 

Kambing. Sedang diluar sana, sang Singa berkeliaran di muka gua mencari mangsanya.

Lalu sang kerbau berkata kepada sang kambing, "Jangan berpikir bahwa saya akan menyerah dan 

diam saja melihat tingkah lakumu yang pengecut karena saya merasa takut kepadamu. Saat singa itu 

pergi, saya akan memberi kamu pelajaran yang tidak akan pernah kamu lupakan."

Kado Ulang Tahun Mama

Kado Ulang Tahun Dari Mama
 


Setiap tanggal 7 Juni Mama selalu merayakan ulang tahunku.  Pada ulang tahunku yang ke 12, mama memberiku sebuah kado yang sangat menarik. Sebuah sepeda mini termahal yang pernah dijual di Indonesia.
Aku senang menerima hadiah dari mama.  Bukan saja karena harganya yang sangat mahal, tetapi juga  karena mama memperbolehkan aku bersepeda ke sekolah.
"Ketika usiamu menginjak 12 tahun engkau boleh bersepeda ke sekolah," kata mama suatu hari.
"Kenapa harus menunggu usia 12 tahun?" aku bertanya dengan kesal.
"Tubuhmu kecil Nita.  Kalau engkau bersepeda pada usia 10 tahun, aku khawatir akan keselamatanmu.  Kendaraan yang begitu padat selalu menghantuiku."
Akhirnya aku memaklumi kekhawatiran mama.
Kini aku boleh bersepeda ke sekolah.  Teman-temanku menyambutku dengan riang.  Mereka senang karena aku mempunyai sepeda baru.
"Aku boleh pinjam ya Nita?" seru Triana sambil mendekatiku.
"Aku juga ya Nita?" kata yang lain.
Aku mengangguk lemah.  Bukan aku tidak mau memberi pinjaman kepada teman.  Aku khawatir mereka tidak bisa bersepeda dengan baik.  Jika jatuh tentu sepedaku lecet, atau ada bagian yang rusak.  Tapi tak mungkin aku menolak keinginannya. 
"Tapi hati-hati ya!" seruku mengingatkan.
Triana senang sekali ketika aku mengijinkan dia naik sepeda.  Selama ini dia tidak pernah mempunyai sepeda.  Kalau ingin naik sepeda selalu pinjam teman.  Biasanya teman-teman jarang yang memberi pinjaman.  Alasannya sederhana saja, takut sepedanya rusak.
Aku hanya melihat-lihat Triana bersepeda.  Suatu saat hampir saja ia jatuh, tapi aku berhasil menangkapnya.  Setelah itu aku tidak memperbolehkannya lagi.  Setelah Triana kini Nunung yang pinjam.  Karena aku sudah berjanji untuk memberikan pinjaman maka kuberikan sepeda kesayanganku.
Nunung lebih mahir bersepeda dari pada Triana, walaupun begitu dia agak ugal-ugalan.  Di tempat yang sempit pun dia berani naik sepeda.  Karena sikapnya yang ugal-ugalan itu maka ia terjatuh.  Aku menjerit tapi Nunung hanya tersenyum saja.
"Wah...pasti aku dimarahi mama," kataku kepada Nunung.
"Ah begitu saja marah.  Mana mungkin mamamu akan marah?  Bukankan kamu anak kesayangan?" kata Nunung tanpa memperdulikan perasaanku.
"Enak saja kamu berbicara.  Di rumah pasti mama memarahiku.  Bisa-bisa aku tidak boleh naik sepeda lagi."
Ketika pulang sekolah hatiku bimbang.  Pikiranku hanya teringat mama.  Kalau aku bercerita terus terang tentu mama akan marah, tapi jika aku berbohong aku merasa berdosa. Kini sayap depan sepedaku terkelupas sedikit.  Mama pasti akan mengetahuinya.  Karena itu aku akan bercerita terus terang.
"Bagaimana Nita enak kan memakai sepeda baru?"
Aku mengangguk.
"Lho, kenapa wajahmu kusam?  Ada apa, sayang?"
Aku secepatnya menjelaskan masalahnya.  Hatiku bimbang.
"Jadi temanmu yang jatuh?"
Aku mengangguk.
"Semahal apapun sepeda tidak lebih baik dari persahabatan," kata mama dengan wajah tenang.
"Maksud mama?"
"Jangan risaukan semua itu.  Mama memang memberimu hadiah ulang tahun, tapi mana mungkin engkau sendiri yang akan naik sepeda?  Bukankah teman-temanmu juga ingin mencobanya?"
Sungguh aku malu kepada Nunung.  Ketika Nunung menjatuhkan sepedaku, aku cemberut dan marah-marah.  Ternyata mama justru sebaliknya.
"Apakah engkau memarahi Nunung?"
"Tentu saja Ma.  Aku sayang sekali dengan sepeda baru itu.  Mama membelinya dengan uang yang sangat banyak."
Mama tertawa mendengar pengakuanku.
"Nita, Nita...sekali lagi mama katakan...jangan engkau tukar persahabatan dengan sebuah sepeda.  Jika engkau tidak mempunyai teman, pasti engkau susah.  Tetapi jika kamu bersepeda dengan sepeda yang rusak sedikit, engkau masih tetap bahagia."
Keesokan harinya, aku buru-buru menemui Nunung.  Aku ingin minta maaf karena aku marah-marah kepadanya.  Tetapi kata Triana, Nunung tidak masuk sekolah karena takut telah merusak sepedaku.  Aku mengajak Triana ke rumah Nunung.  Begitu tahu kedatanganku, Nunung berlari masuk ke rumahnya.
"Nunung, aku datang untuk minta maaf kepadamu.  Mama tidak memarahiku, mama maklum kesalahanmu.  Karena itu aku kemari ingin minta maaf."
Tak berapa lama, Nunung keluar dari kamarnya dan segera memelukku.
"Maafkan aku, Nita.  Aku telah merusak sepeda kesayanganmu!"
"Maafkan aku juga Nung.  Aku terlalu emosi!"
Kami menjadi teman baik kembali.

Kamis, 04 April 2013

Anak Pengembala

Anak Penggembala dan Serigala



Seorang anak gembala selalu menggembalakan domba milik tuannya dekat suatu hutan yang gelap dan tidak jauh dari kampungnya. Karena mulai merasa bosan tinggal di daerah peternakan, dia selalu menghibur dirinya sendiri dengan cara bermain-main dengan anjingnya dan memainkan serulingnya.
Suatu hari ketika dia menggembalakan dombanya di dekat hutan, dia mulai berpikir apa yang harus dilakukannya apabila dia melihat serigala, dia merasa terhibur dengan memikirkan berbagai macam rencana.
Anak Penggembala dan SerigalaTuannya pernah berkata bahwa apabila dia melihat serigala menyerang kawanan dombanya, dia harus berteriak memanggil bantuan, dan orang-orang sekampung akan datang membantunya. Anak gembala itu berpikir bahwa akan terasa lucu apabila dia pura-pura melihat serigala dan berteriak memanggil orang sekampungnya datang untuk membantunya. Dan anak gembala itu sekarang walaupun tidak melihat seekor serigala pun, dia berpura-pura lari ke arah kampungnya dan berteriak sekeras-kerasnya, "Serigala, serigala!"
Seperti yang dia duga, orang-orang kampung yang mendengarnya berteriak, cepat-cepat meninggalkan pekerjaan mereka dan berlari ke arah anak gembala tersebut untuk membantunya. Tetapi yang mereka temukan adalah anak gembala yang tertawa terbahak-bahak karena berhasil menipu orang-orang sekampung.
Beberapa hari kemudian, anak gembala itu kembali berteriak, "Serigala! serigala!", kembali orang-orang kampung yang berlari datang untuk menolongnya, hanya menemukan anak gembala yang tertawa terbahak-bahak kembali.
Pada suatu sore ketika matahari mulai terbenam, seekor serigala benar-benar datang dan menyambar domba yang digembalakan oleh anak gembala tersebut.
Dalam ketakutannya, anak gembala itu berlari ke arah kampung dan berteriak, "Serigala! serigala!" Tetapi walaupun orang-orang sekampung mendengarnya berteriak, mereka tidak datang untuk membantunya. "Dia tidak akan bisa menipu kita lagi," kata mereka.
Serigala itu akhirnya berhasil menerkam dan memakan banyak domba yang digembalakan oleh sang anak gembala, lalu berlari masuk ke dalam hutan kembali.
Pembohong tidak akan pernah di percayai lagi, walaupun saat itu mereka berkata benar.


Sumber: http://www.ceritakecil.com/cerita-dan-dongeng/Anak-Penggembala-dan-Serigala-39 




KANCIL DAN HARIMAU


Pada suatu hari Kancil sedang berjalan-jalan di hutan, ketika sedang asik berjalan-jalan sambil makan rumput tiba-tiba Kancil dikagetkan dengan sura auman di depannya, ternyata itu adalah seekor Harimau yang tampaknya sedang kelaparan.
Auuummm!!! Hari ini nasibku baik sekali, perutku lagi kroncongan ehh ketemu Kancil sebagai makan siangku. Hei Kancil siap-siap ku makan nih, Aummmmmmmmm!!!.
Eittt! Tunggu Dulu Harimau, kalau kamu makan aku, kamu akan kehilangan cerita rahasia sabuk sang dewa, siapa yang memakainya akan bisa terbang dan kuat seperti dewa. Mau ngak bisa terbang dan kuat seperti dewa pasti kamu jadi raja hutan seperti selama ini yang kamu idam-idam kan, mau ngak ???? “ kata Kancil”.
Benar nih Cill, kamu ngak akan ku makan asal kamu beri tahu dimana letak sabuk dewa itu. “kata harimau”.
Benar dong, ayo ikut aku ke batu besar dipinggir sungai dekat rumpun bambu di selatan hutan. “kata Kancil”.
Merekapun segera berjalan menuju pinggir sungai di selatan hutan, ketika sampai ditujuan tampak sebuah benda berwarna cokelat hitam melingkar di sebuah batu besar menyerupai sebuah sabuk.
Harimaupun mengaum panjang, Aummmmmmm!!! Bergerak hendak menerjang benda tersebut.
Eitt ! Tunggu dulu Harimau, kalau kamu mau memakai sabuk dewa tersebut kamu harus berjalan mundur kearah sabuk tersebut dan jangan sekali-kali menengok ke belakang, agar dewa pemilik sabuk itu tidak mengetahui kehadiran mu kan mereka sedang asik mandi di sungai. “kata kancil”
Benar juga katamu Cil, habis sabuknya besar sekali sih jadi aku ngak sabar untuk memakainya. “Kata Harimau”
Oke deh! Harimau, sekarang kamu boleh berjalan mundur kearah sabuk itu. Tapi sebelum itu aku hitung dulu yach aku mau sembunyi takut nanti dimarahi dewa kalau melihatku. “kata Kancil “.
Cepat hitung Cil, aku sudah ngak sabar mau jadi raja hutan nih.!!!
Ok ku hitung yach, “kata Kancil” (Ajak anak anda ikut berhitung)!!!! 1.2.3. udah kah belum (kata Harimau), belum (Kata kancil sambil berlari meninggalkan harimau) 4.5.6.7 (udahkan belum), (Belum) 8.9.10 (sudahkah belum) (sudah teriak kancil yang sudah jauh meninggalkan Harimau)…………
Tanpa berpikir panjang Harimau pun segera berjalan mundur menuju kearah benda yang menyerupai sabuk tersebut. Dan ketika tubuhnya memasuki kedalam lingkaran tersebut tiba-tiba benda tersebut bergerak melilit tubuh Harimau. Harimau tampak senang karena dalam pikirannya sabuk tersebut sedang bereaksi memberi kekuatan ke tubuhnya, tapi tiba-tiba lilitan itu semakin lama semakin kuat dan membuat harimau kesakitan. Dan alangkah kagetnya Harimau ketika dihadapannya muncul kepala ular piton raksasa di depannya. Harimaupun berteriak minta tolong dan menggeram “Awas kamu cill, kamu telah membohongi ku. Ternyata benda ini bukan sabuk dewa tapi ular piton raksasa”” tapi teriakan minta tolong itu tampaknya sia-sia belaka. Karena ular piton itu terlampau besar dan akhirnya matilah Harimau tesebut dengan tulang-tulang yang remuk.
Adapun Kancil yang nyawanya terselamatkan karena kecerdikannya memulai petualangan barunya di belantara hutan.


Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More